Karanganyar – Di tengah keterbatasan peralatan dan tantangan teknis yang terus menghampiri, Tim Robotika MI Muhammadiyah Karan (MIM Karan) kembali membuktikan konsistensinya di bidang teknologi. Pada ajang MADAGASKAR (Madagascar Robotic Fair 2026) yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, tim robot soccer MIM Karan berhasil meraih Juara III kategori Robot Soccer.
Prestasi tersebut diraih oleh pasangan siswa Aska Pradipta Sulistyo (Kelas IV B) dan Galih Saputra (Kelas III A) setelah melalui serangkaian pertandingan yang menguji ketepatan, strategi, serta kemampuan robot dalam merespons kondisi lapangan secara otomatis.
Konsisten Berprestasi di Tengah Keterbatasan
Bagi MIM Karan, prestasi di kategori Robot Soccer bukanlah hal baru. Dalam berbagai kompetisi robotika yang diikuti selama beberapa tahun terakhir, tim robot soccer MIM Karan hampir selalu berhasil membawa pulang penghargaan.
Menariknya, konsistensi tersebut justru diraih dengan peralatan yang tidak lagi tergolong baru. Robot yang digunakan sering mengalami kendala teknis, baik saat latihan maupun ketika pertandingan berlangsung.
Tidak jarang tim harus melakukan perbaikan mendadak beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Bahkan saat kompetisi berlangsung, performa robot terkadang tidak selalu berjalan sesuai harapan akibat berbagai error yang muncul secara tiba-tiba.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa untuk terus berlatih dan berkompetisi.
“Mungkin ini sudah saatnya untuk upgrade robot,” ujar Muchlis Nur Angga, guru pembina Robotika MIM Karan. “Namun hingga saat ini biaya masih menjadi salah satu kendala yang harus kami pertimbangkan.”
Tiga Tim Dikirimkan ke Ajang MADAGASKAR

Pada kompetisi tahun ini, MIM Karan mengirimkan total tiga tim, terdiri dari dua tim Robot Soccer dan satu tim Robot MakeBlock.
Selain tim peraih Juara III yang beranggotakan Aska Pradipta Sulistyo dan Galih Saputra, MIM Karan juga menurunkan tim Robot Soccer lainnya yang diperkuat oleh Iqbal Adrian Pradipta (IV B) dan Rozaki Anggit Ghamara (III B).
Keikutsertaan dua tim sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang robotika dan teknologi.
Pengalaman Pertama di Kategori MakeBlock

Selain Robot Soccer, MIM Karan juga untuk pertama kalinya mengikuti kategori Robot MakeBlock melalui pasangan Abyzar Nara Al Ghifari (III A) dan Danendra Hyuga Pratama (III B).
Berbeda dengan Robot Soccer yang lebih banyak mengandalkan pengaturan sensor dan strategi permainan, kategori MakeBlock menuntut peserta untuk memahami logika pemrograman berbasis block coding serta menyelesaikan berbagai misi secara berurutan.
Proses persiapan kategori ini tidak selalu berjalan mudah. Kedua siswa beberapa kali merasa kesulitan memahami alur logika pemrograman yang digunakan dalam robot. Bahkan pada beberapa kesempatan mereka sempat merasa frustrasi dan ingin menyerah ketika robot tidak bergerak sesuai instruksi yang telah dibuat.
Tantangan lain datang dari keterbatasan sarana. Robot yang digunakan dalam kategori ini bukan milik MIM Karan, melainkan pinjaman dari sekolah lain agar siswa tetap dapat mengikuti kompetisi.
Namun semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat keduanya terus berusaha hingga hari perlombaan tiba.
Meskipun belum berhasil meraih podium, pengalaman pertama tersebut memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Tim MakeBlock MIM Karan mampu menyelesaikan sekitar 70 persen misi yang diberikan panitia, sebuah capaian yang cukup baik untuk debut pertama di kategori tersebut.
Menanamkan Mental Inovator Sejak Sekolah Dasar

Bagi MIM Karan, keikutsertaan dalam kompetisi robotika tidak semata-mata mengejar gelar juara. Lebih dari itu, robotika menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja sama dalam tim, serta membangun mental pantang menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Prestasi Juara III Robot Soccer dan pengalaman berharga di kategori MakeBlock menjadi bukti bahwa siswa sekolah dasar pun mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi jika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.
Ke depan, MIM Karan berharap dapat terus mengembangkan program robotika dengan dukungan sarana yang lebih memadai sehingga semakin banyak siswa yang berani berinovasi, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah melalui bidang sains dan teknologi.
